Search
  • TGSI

Intuitive Eating: The Diet That Tells You to Quit Dieting

By Meilinda Sutanto

Certified Health Coach, Institute of Integrative Nutrition, New York

Certified Meditation Instructor, The Golden Space

The word “diet” is often linked with restrictive eating — no white foods, no carbs, no fat — and the list goes on. Unfortunately, such restrictive eating patterns often backfire, creating a destructive cycle of bad feelings and negativity.


If your goal is to permanently lose weight, a traditional diet that cuts out entire food groups may be the worst option. Sure, dieting can help you drop pounds. But the all-or-nothing mentality sets a lot of people up for failure. Indeed, study shows that most people can’t stick to a diet for long. If they do, they’re likely to eventually regain most (if not all) of the lost weight.


intuitive eating is an evidence based approach to eating that was originally designed to help chronic dieters get back in tune with their body's unique needs, rather than rely on external food rules to determine what, when, and how much they eat.


In other words, intuitive eating is definitely about listening to the body’s hunger and fullness cues, but it’s not only about that. It’s also about the practicality of eating when you’re not hungry because you might not have a chance to eat for several more hours. And it’s also about satisfaction—that is, having a thing you really want to eat simply because it will satisfy you to do so. For example, society tells you that donuts are unhealthy, but for you they are a good, satisfying snack, and you may feel deprived if you don't get to have them. With intuitive eating, you can choose to have the donuts and not feel guilty about it, even though diet culture says that we should. The idea here is that by paying attention to what your body and mind are asking you for, you will feel satisfied, not deprived, hungry, hangry, or craving foods that you aren’t “allowed” to eat because of a diet you’re following.


Research have cited that intuitive eating leads to better self-esteem, emotional well-being, and psychological resilience. It’s also been linked to greater motivation to exercise, since it prioritizes enjoyment instead of guilt or shame. Some studies have show promising results that intuitive eating may lead to overall healthier habits.

Intuitive Eating: Diet Yang Meminta Anda Untuk Berhenti Diet


Kata "diet" sering dikaitkan dengan membatasi makanan - tanpa karbohidrat, tanpa lemak - dan daftarnya terus berlanjut. Sayangnya, pola makan yang membatasi seperti itu sering kali menjadi bumerang, menciptakan siklus perasaan buruk dan negatif yang merusak.


Jika tujuan Anda adalah untuk menurunkan berat badan secara permanen, diet tradisional yang menghilangkan seluruh kelompok makanan mungkin merupakan pilihan terburuk. Tentu, diet bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Tetapi mentalitas “all pr nothing” membuat banyak orang gagal. Memang, penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak bisa bertahan lama pada diet. Jika sukses menurunkan berat badan pun, mereka kemungkinan besar pada akhirnya akan kembali ke berat badan awal.


Intuitive eating adalah pendekatan makan berbasis bukti yang awalnya dirancang untuk membantu pelaku diet kronis agar kembali selaras dengan kebutuhan unik tubuh mereka, daripada mengandalkan aturan makanan eksternal untuk menentukan apa, kapan, dan berapa banyak mereka makan.


Dengan kata lain, makan secara intuitif jelas tentang mendengarkan isyarat lapar dan kenyang tubuh, tetapi bukan hanya tentang itu. Ini juga tentang kepraktisan makan saat Anda tidak lapar karena Anda mungkin tidak memiliki kesempatan makan selama beberapa jam lagi. Dan juga tentang kepuasan — yaitu, memiliki sesuatu yang benar-benar ingin Anda makan hanya karena itu akan membuat Anda puas. Misalnya, masyarakat memberi tahu Anda bahwa donat tidak sehat, tetapi bagi Anda donat adalah camilan yang enak dan memuaskan, dan Anda mungkin merasa kekurangan jika tidak sempat memakannya. Dengan makan yang intuitif, Anda dapat memilih untuk memiliki donat dan tidak merasa bersalah, meskipun budaya diet mengatakan bahwa kita harus melakukannya. Idenya di sini adalah bahwa dengan memperhatikan apa yang tubuh dan pikiran Anda minta, Anda akan merasa puas, tidak kekurangan, lapar, atau mengidam makanan yang tidak "diizinkan" untuk Anda makan karena diet yang Anda lakukan.


Penelitian telah menyebutkan bahwa makan secara intuitif mengarah pada harga diri, kesejahteraan emosional, dan ketahanan psikologis yang lebih baik. Ini juga dikaitkan dengan motivasi yang lebih besar untuk berolahraga, karena memprioritaskan kenikmatan daripada rasa bersalah atau malu. Beberapa penelitian telah menunjukkan hasil yang menjanjikan bahwa makan secara intuitif dapat menghasilkan kebiasaan yang lebih sehat secara keseluruhan.

0 comments

Recent Posts

See All

STAY CONNECTED

Join our mailing list for the latest class and event updates.

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Twitter

©2020 The Golden Space Indonesia