Search
  • Indrasto Budisantoso

Are You Feeling Stuck in Your Life?

Untuk kamu yang sedang merasa stuck dalam hidup, merasa hidupmu gitu2 aja.. kata-kata pertama yang ingin saya ucapkan adalah : kamu tidak sendirian!


Saya pun sedang mengalami fase ini dan saya yakin ada jutaan orang lain yang sedang mengalaminya. Hidup saya yang dulu sangat nyaman, mengerjakan hal yang saya suka dengan penghasilan yang wah, sekarang jadi 180 derajat. Beberapa tahun yang lalu saya harus menerima kalau bisnis saya merosot drastis, atau lebih tepatnya terjun bebas! Saya mulai mempertanyakan banyak hal tentang hidup, tapi ternyataaa.. tanpa saya sadari, selama ini saya selalu bertanya pada orang yang salah. Saya bertanya pada orang-orang terdekat, saya bertanya pada orang pintar dan 'pintar'. Pintar tanpa tanda kutip maksudnya adalah orang yang kaya akan pengalaman, sedangkan pintar dengan tanda kutip maksudnya adalah orang yang bisa membaca tanggal lahir, seperti peramal nasib melalui tanggal lahir. Selain mereka, saya juga bertanya pada empunya segala informasi, yaitu mbah Google. Makin ngaco aja..


Sampai akhirnya saya diperkenalkan dengan meditasi. Melalui meditasi, saya belajar untuk lebih banyak berkomunikasi dengan diri sendiri. Saya baru sadar bahwa orang yang paling tepat untuk saya tanyakan tentang hidup saya adalah diri saya sendiri. Yes! Cuma saya yang tau apa yang saya mau, apa mimpi terbesar saya, apa ketakutan terbesar saya, apa yang membuat saya bahagia, daaan.. cuma saya yang tau apa yang membuat saya stuck.

Stuck dalam bahasa Indonesia artinya adalah : macet, tidak bergerak, menempel, dempet, serat. Boleh dibilang tidak lancar karena ada yang menghalangi, hambatan. Jadiiii... stuck tidak terjadi begitu saja, namun ada faktor yang menjadi penyebabnya. Untuk keluar dari fase stuck ini, kita perlu 4 hal, yaitu :


1. Self awareness

Kesadaran diri kalau kita sedang berada di fase stuck. Selamat ya! Kalau kamu membaca tulisan ini berarti kamu sudah mempunyai kesadaran diri. Kamu satu langkah di depan orang-orang yang masih dalam fase denial (menyangkal diri) kalo mereka lagi stuck.

2. Mengetahui penyebabnya

Untuk melancarkan sesuatu yang mampet, kita harus mengetahui apa faktor penghambatnya. Setelah mengetahui apa yang menghambat, tentunya kita harus take action untuk menyingkirkan faktor penghambat itu supaya jalan jadi lancar. Ironisnya.. yang menghambat kebanyakan orang adalah dirinya sendiri. Istilah kerennya adalah sabotase diri, biasanya terjadi karena kita merasa nyaman berada di zona nyaman, terlalu nyaman sehingga kita menolak akan perubahan. Padahal 'sesuatu' yang sangat kita inginkan berada di luar zona nyaman.


The only thing that is stopping you from where you are to where you want to go is your comfort zone.” – Dhaval Gaudier



3. Motivasi

Membuka mata dan bangun di pagi hari akan terasa lebih mudah jika kita mempunyai suatu tujuan yang jelas untuk apa kita bangun pagi hari sedangkan yang lain masih terlelap. Begitu pula untuk kita keluar dari fase stuck ini, kita harus mempunyai tujuan yang jelas kenapa kita harus keluar, supaya kita lebih termotivasi. Godaan untuk tetap berada di zona nyaman sangat berat, sehingga perlu dilawan dengan motivasi yang kuat.

4. Support

Last but not least, kita perlu suporter yang menyemangati kita dan yang terpenting adalah supporter yang mempercayai kita. Seringkali yang meragukan kita adalah diri kita sendiri, jadi tugas supporter adalah mengingatkan kita untuk percaya pada diri sendiri.


Tantangan terbesar untuk saya selama ini adalah ketika bisnis saya terjun bebas, saya cuma bisa komplain, komplain dan komplain. Kenapa bisa begini, kenapa harus saya, kenapa harus bisnis saya, dll. Setelah beberapa tahun, saya jadi lebih bijaksana dan bisa berpikir kalau tantangan itu datang untuk pengalihan atau pertumbuhan. Pengalihan supaya kita kembali ke jalan yang seharusnya atau pertumbuhan supaya kita lebih setrong (kuat) untuk bisa naik ke level-level berikutnya. Ibarat main game, perlu upgrade pedang supaya lebih kuat untuk melawan musuh di level berikutnya. Saat di upgrade, pedang tersebut perlu ditempa sedemikian rupa sampai memenuhi syarat untuk jadi lebih keren. Begitu juga dengan kita. Tantangan ini untuk menempa kita agar kita bisa lebih kuat dan naek ke level berikutnya. Kalau bisnis saya tidak jatuh, pasti saya tidak akan pernah keluar dari zona nyaman dan terus terjebak dalam kenyamanan yang fana. Saya berterima kasih pada alam semesta yang sudah mendorong saya untuk menjadi lebih baik lagi. Saya berterima kasih pada masalah yang sudah berhasil mengeluarkan saya dari zona nyaman. Saya juga berterima kasih pada diri sendiri yang sudah berjuang sampai sejauh ini. I love myself!


by Melyati Sukamto

STAY CONNECTED

Join our mailing list for the latest class and event updates.

CONTACT US
+62 215 794 3729
+62 812 9338 3162 (WA)
tgsi@thegoldenspaceindonesia.com
or you can fill out this form

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Twitter

©2020 The Golden Space Indonesia